Minggu, 17 Juli 2016

Wawancara Bencana Banjir



Hasil Wawancara Bencana Banjir

Pewawancara :
Sekarang saya sudah berada di salah satu rumah warga desa Semelagi, Kecamatan Selakau yang dilanda bencana banjir yaitu dengan bapak Tamrin. Selamat siang pak, saya dari mahasiswa STKIP Singkawang, apakah bisa minta waktunya sebentar untuk kami wawancarai ?

Narasumber :
Selamat siang, tentu saja, silahkan!

Pewawancara : 
Sebelumnya saya turut prihatin atas musibah yang menimpa rumah Bapak dan warga desa di sini.
Bisakah Bapak menceritakan bagaimana kronologi terjadinya banjir ini ?

Narasumber :
Bencana ini diawali dengan hujan deras yang turun terus menerus dan angin kencang selama 2 hari belakangan ini. Debit air dan curah hujan yang tinggi kemudian menyebabkan banjir datang pada malam hari kira – kira pukul 20.00 WIB. Waktu itu air mulai perlahan-lahan memasuki perkampungan setinggi mata kaki. Namun, setelah itu air terus naik dengan sangat cepat. Saya yang menyaksikan banjir yang mulai membesar segera menyelamatkan barang – barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Setelah itu saya menyuruh keluarga saya untuk mengungsi ke rumah saudara kami yang tidak terkena bencana banjir. Sementara saya masih tetap di rumah dan berada di bagian atas rumah yang saya buat untuk berlindung.

Pewawancara :
Jadi, kira-kira berapa meter ketinggian air pada malam itu?

Narasumber :
Sangat tinggi sekali, kira-kira sepinggang orang dewasa bahkan lebih.

Pewawancara :
Lantas, apakah ada korban jiwa yang disebabkan oleh bencana ini ?

Narasumber :
Setahu saya tidak ada korban jiwa, karena pada waktu itu warga desa cepat tanggap mengantisipasi bencana tersebut. Sebagian besar warga menyelematkan barang-barang mereka terlebih dahulu kemudian baru mengungsi di rumah saudara mereka yang lebih aman. Bahkan ada sebagian warga yang memilih tinggal di masjid dan tenda-tenda pengungsian

Pewawancara :
Lantas, apa alasan Bapak masih memilih tinggal di sini dengan kondisi banjir seperti ini ?
Narasumber :
Saya memilih tinggal di sini karena saya tidak mau meninggalkan rumah dalam keadaan seperti ini, selain itu saya bisa menjaga barang-barang yang masih ada di rumah.

Pewawancara :
Lalu, berapa kerugian yang Bapak dan keluarga alami akibat banjir ini ?

Narasumber :
Saya tidak bisa memastikan  kerugian yang saya alami, yang pastinya saya tidak bisa bekerja seperti biasa, kerusakan lahan pertanian, ternak banyak yang mati, dan kerusakan barang-barang perabotan rumah. Tetapi meskipun begitu, saya masih bersyukur karena keluarga saya masih diberi keselamatan dari bencana ini.
Pewawancara :
Apakah sudah ada tindakan nyata dari pemerintah mengenai bencana ini ?
Narasumber :
Alhamdulilah pemerintah cepat tanggap dalam menyikapi persoalan ini. Mereka telah memberikan tempat pengungsian buat kami. 

Pewawancara :
Menurut Bapak, apakah tempat pengungsian ini sudah layak dan bagaimana pelayanannya ?

Narasumber :
Kalau dikatakan sudah layak apa belum, tempat ini sudah cukup memadai. Hanya saja masih kurang beberapa fasilitas seperti tempat MCK, dan tempat tidur. Saat ini satu tenda ditempati oleh 5 sampai 7 kepala keluaraga, sehingga kurang luas. Pelayanannya cukup baik, kami mendapatkan pengobatan dan makanan 3 kali sehari. Semua itu dilakukan oleh pihak Puskesmas dan relawan yang membantu.

Pewawancara :
Apakah yang Bapak harapkan dari pemerintah saat ini?

Narasumber :
Saat ini kami memerlukan bantuan berupa bahan pokok, pakaian, obat – obatan, dan selimut. Oleh karena itu, saya mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari pemerintah dan para relawan.

Pewawancara :
Baiklah terima kasih Bapak atas waktu dan informasinya. Semoga banjir ini bisa berakhir segera agar Bapak dan warga desa yang lainnya bisa beraktivitas seperti biasanya lagi. Mudah-mudahan pemerintah cepat merespon dan memberikan bantuan kepada warga.

Narasumber :
Terimakasih kembali.

2 komentar: